Kalau biasanya kita lihat burung merpati berwarna abu-abu atau putih, lain cerita dengan Burung Merpati Nikobar. Burung satu ini bisa dibilang versi “mewah”-nya dunia merpati, bulunya berkilau seperti pelangi logam, tubuhnya gagah, dan auranya benar-benar memikat. Ia bukan cuma indah, tapi juga punya sejarah panjang dan kisah menarik tentang evolusi serta kelangkaannya.
Asal dan Habitat Sang Merpati Langka

Burung Merpati Nikobar atau nama ilmiahnya Caloenas nicobarica adalah satu-satunya anggota hidup dari genus Caloenas. Ia berasal dari wilayah kepulauan tropis di Samudra Hindia dan Pasifik, terutama di Kepulauan Nikobar (India), Filipina, Palau, hingga bagian timur Indonesia seperti Kepulauan Maluku.
Burung ini suka hidup di hutan pantai, pulau-pulau kecil tak berpenghuni, dan area bersemak yang dekat dengan sumber makanan. Mereka sering terlihat berjalan di tanah mencari biji-bijian, buah, dan kadang serangga kecil. Tapi meski tampak santai, burung ini sebenarnya sangat waspada, begitu terganggu, mereka langsung terbang cepat menembus pepohonan lebat.
Yang paling menakjubkan dari burung ini tentu saja warnanya. Bulu Burung Merpati Nikobar berkilau hijau zamrud, biru metalik, dan perunggu yang memantulkan cahaya seperti minyak di permukaan air. Saat terkena sinar matahari, warnanya berubah-ubah seperti prisma. Ekor pendeknya berwarna putih keabu-abuan, jadi kontras banget dengan tubuhnya yang gelap berkilau.
Kerabat Terdekat dari Burung Dodo

Salah satu fakta paling menarik adalah bahwa Burung Merpati Nikobar di anggap sebagai kerabat terdekat dari burung dodo, si burung legendaris yang sudah punah di Mauritius sekitar abad ke-17. Berdasarkan penelitian DNA, keduanya punya nenek moyang yang sama dari wilayah Asia Tenggara.
Hal ini menjadikan Merpati Nikobar bukan sekadar burung cantik, tapi juga “peninggalan hidup” dari zaman kuno. Para ilmuwan bahkan menyebut burung ini sebagai “fosil hidup” karena masih mempertahankan banyak ciri fisik yang mirip dengan leluhur purbanya.
Gaya Hidup dan Perilaku
Burung Merpati Nikobar termasuk hewan sosial. Mereka sering terlihat hidup berkelompok kecil, terutama saat mencari makan atau beristirahat di pepohonan besar. Uniknya, mereka termasuk burung yang punya kemampuan navigasi luar biasa.
Beberapa peneliti percaya bahwa burung ini bisa mendeteksi medan magnet bumi untuk menemukan arah pulang ke pulau asalnya, mirip dengan cara kerja merpati pos. Kemampuan ini sangat penting karena habitat mereka tersebar di banyak pulau kecil di lautan luas.
Untuk berkembang biak, mereka biasanya membuat sarang dari ranting di dahan pohon tinggi. Betina hanya bertelur satu butir, dan keduanyajantan dan betina, akan bergantian mengerami telur itu sampai menetas. Setelah menetas, anaknya diberi makan dengan zat khusus dari tembolok induknya yang disebut “crop milk”, sama seperti merpati lainnya.
Status Konservasi dan Ancaman
Sayangnya, keindahan Burung Merpati Nikobar justru jadi alasan kenapa mereka kini terancam. Burung ini termasuk dalam daftar Hampir Terancam (Near Threatened) menurut IUCN. Ancaman terbesar datang dari perburuan liar (karena bulunya di anggap eksotis), kerusakan habitat, serta predator yang dibawa manusia ke pulau-pulau kecil seperti tikus dan kucing liar.
Selain itu, banyak pulau tempat mereka berkembang biak kini berubah fungsi menjadi area wisata dan permukiman, yang membuat populasinya makin terdesak. Namun kabar baiknya, beberapa negara sudah mulai membuat kawasan konservasi khusus, termasuk di India dan Indonesia bagian timur, untuk menjaga keberadaan burung ini.
Simbol Keindahan dan Ketahanan Alam
Melihat Burung Merpati Nikobar seolah kita sedang melihat perpaduan antara seni dan alam. Ia bukan cuma indah secara visual, tapi juga punya filosofi yang dalam. Dalam budaya setempat, burung ini sering di anggap simbol keanggunan, kesetiaan, dan kekuatan bertahan di tengah perubahan.
Bayangkan saja, selama jutaan tahun burung ini bisa bertahan dari badai evolusi, dari zaman purba hingga sekarang. Ia sudah melihat punahnya burung dodo, tapi dirinya masih ada, terus hidup, meski harus berpindah-pindah pulau demi bertahan.
Kesimpulanya
Burung Merpati Nikobar adalah salah satu contoh terbaik bagaimana alam menciptakan keindahan yang nggak cuma sedap dipandang, tapi juga penuh makna. Dari kilau bulunya yang menawan hingga sejarahnya yang panjang, burung ini mengingatkan kita bahwa setiap makhluk di bumi punya peran penting yang patut dijaga.
Jadi, kalau suatu hari kamu beruntung melihat sekilas kilau hijau metalik di antara pepohonan pulau tropis, mungkin kamu sedang menyaksikan kehadiran Burung Merpati Nikobar, si cantik langka yang masih setia menjaga warisan alam sejak masa purba.
