Selamat datang di website kami
šŸ”” Selamat datang di SINTE.my.id | Sajian Informasi Terpercaya | Update Berita Setiap Hari
Longsor di Pandan Arum nanotec.co.id

Minggu (16 November 2025) jadi hari kelabu bagi warga Desa Pandanarum di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Hujan deras yang mengguyur selama lebih dari 13 jam memicu longsor besar di Dusun Situkung, yang kemudian menimpa pemukiman penduduk. Material tanah yang bergerak mengubur rumah warga, menutup jalan, dan membuat situasi darurat yang butuh penanganan cepat.

Apa yang Terjadi di Pandan Arum (Pandanarum)?

Menurut laporan BPBD Jateng dan media lokal, longsor menimpa setidaknya 20 rumah di desa tersebut. Pergerakan tanah bukan tiba-tiba, melainkan sempat terdeteksi sejak Sabtu sebagai retakan di permukaan tanah.Karena curah hujan sangat tinggi, retakan itu kemudian berkembang menjadi longsor besar di hari Minggu sore. Saking parahnya, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia. Dua orang lainnya masih terjebak di dalam rumah yang tertimbun longsoran. Evakuasi cukup sulit karena material longsor menutup atap dan akses ke rumah-rumah terdampak.

Dampak Longsor kepada Warga Pandan Arum

Dampak Longsor kepada Warga Pandan Arum

Jumlah pengungsi terus bertambah. Dari data BPBD Banjarnegara, sudah 480 jiwa mengungsi ke titik aman, termasuk ke Aula Kantor Kecamatan Pandanarum. Sementara itu, laporan lain menyebut bahwa empat RT di wilayah terdampak di huni sekitar 180 KK atau hampir 700 jiwa. Selain rumah yang rusak atau tertutup material longsor, akses jalan juga ikut tertutup di beberapa titik. BPBD mencatat setidaknya tiga lokasi longsor berbeda di Kecamatan Pandanarum, di Desa Pandanarum sendiri, Desa Pasegeran, dan Desa Sinduaji.

Kenapa Bisa Terjadi Longsor di Sana?

Penyebab longsor di Pandanarum (Pandanarum) dipicu oleh hujan ekstrem. Kepala BPBD Jateng menyatakan bahwa hujan lebih dari 13 jam adalah pemicu utama pergerakan tanah. 

READ  Falcon Si Pemburu Gesit yang Bikin Elang Minder

Selain itu, topografi Desa Pandanarum yang berada di dataran tinggi,Ā  dekat dengan daerah pegunungan membuatnya rentan terhadap pergerakan tanah saat hujan deras. Tanah yang retak sejak Sabtu menjadi pertanda bahwa longsor sudah ā€œdi persiapkanā€ oleh alam sebelum akhirnya ambruk ke permukiman. Potensi longsor susulan juga menjadi perhatian serius, karena material tanah masih bergerak dan belum stabil sepenuhnya.

Respons dan Penanganan Pemerintah Longsor di Pandan Arum

Respons dan Penanganan Pemerintah Longsor di Pandan Arum

Tim gabungan dari BPBD Banjarnegara, TNI-Polri, relawan, dan aparat desa segera turun ke lapangan untuk evakuasi dan bantuan darurat. Para pengungsi di tempatkan di gedung aula kecamatan dan fasilitas darurat lainnya untuk melindungi mereka dari potensi longsor susulan. Untuk korban yang terjebak, proses evakuasi berjalan hati-hati. Karena longsor bergerak pelan namun dalam, tim berusaha menyelamatkan dua jiwa yang masih di dalam rumah jika kondisi memungkinkan, misalnya lewat atap apabila genteng masih terlihat.Ā 

Di sisi logistik, BPBD juga menyiapkan bantuan makanan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan dasar pengungsi. Karena ini bencana berisiko tinggi, kehadiran relawan dan aparat sangat krusial untuk menghindari kerugian lebih besar.

Pentingnya Kewaspadaan di Daerah Rawan Longsor

Longsor di Pandanarum ini jadi pengingat keras bahwa wilayah pegunungan sangat rentan terhadap bencana tanah. Apalagi jika hujan berkepanjangan dan struktur tanah sudah mulai retak, potensi longsor bisa sangat tinggi.

Untuk jangka panjang, perlu ada sosialisasi mitigasi bencana, pemetaan zona rawan, dan sistem peringatan dini. Warga setempat wajib diberi edukasi agar bisa mengenali retakan tanah dan tanda-tanda pergerakan sebelum tragedi terjadi.

Kesimpulannya longsor di Pandanarum bukan sekadar peristiwa alam, tapi pukulan besar 

bagi kehidupan warga. Dalam hitungan menit, tanah yang biasanya tenang berubah menjadi ancaman yang menimbun rumah, memaksa ratusan orang mengungsi, dan merenggut rasa aman yang sudah mereka bangun bertahun-tahun. Ini jadi pengingat bahwa bencana bukan hanya tentang kerusakan fisik, tapi juga luka sosial dan emosional.

READ  Sarapan Sangat Penting Sebelum Beraktivitas

Kejadian ini harus membuka mata kita bahwa mitigasi bencana bukan pilihan, melainkan kebutuhan. Mulai dari edukasi warga, peringatan dini, hingga pengelolaan lingkungan yang bijak, semuanya harus berjalan bersama. Dan yang paling penting, solidaritas antar warga serta dukungan dari berbagai pihak bisa mempercepat pemulihan.

Semoga warga Pandanarum segera pulih, dan risiko longsor susulan bisa diantisipasi dengan lebih baik. Kita doakan dan dukung bersama para korban dan tim penyelamat.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

šŸ”” Selamat datang di SINTE.my.id | Sajian Informasi Terpercaya | Update Berita Setiap Hari